Warga Lega, Polisi Tindak Tegas Preman di Wilayah Pasar dan Terminal

Langkah tegas aparat keamanan dalam memberantas aksi premanisme di wilayah pasar dan terminal mulai menuai hasil positif. Dalam beberapa hari terakhir, polisi berhasil mengamankan puluhan preman yang kerap melakukan pungutan liar, pemalakan, dan intimidasi terhadap pedagang, sopir, serta masyarakat umum.

Pasar dan terminal merupakan titik vital aktivitas ekonomi masyarakat. Namun sayangnya, selama ini lokasi-lokasi tersebut sering dijadikan lahan subur bagi oknum preman untuk melakukan praktik ilegal. Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari mengaku sebagai “keamanan lokal”, memaksa meminta uang kebersihan, hingga mengatur lahan parkir secara tidak sah.

Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol M. Syahduddi, menyatakan bahwa operasi ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang merasa terganggu dan dirugikan. “Kami menurunkan tim khusus untuk menyisir kawasan pasar dan terminal yang dilaporkan rawan aksi premanisme. Kami pastikan semua pelaku akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Di salah satu operasi di Pasar Palmerah, aparat menangkap 15 orang yang kedapatan memungut uang secara paksa dari pedagang dan pengemudi. Mereka tidak memiliki izin resmi, bahkan sebagian di antaranya merupakan residivis. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa catatan retribusi ilegal dan sejumlah uang hasil pungutan liar.

Langkah ini disambut baik oleh masyarakat. “Biasanya kami dipalak tiap hari. Sekarang sudah tenang, dagang bisa lancar,” ujar Mbak Rini, pedagang sayur di pasar tersebut. Hal serupa dirasakan oleh pengemudi angkot dan ojek pangkalan yang mengaku lebih nyaman beroperasi setelah adanya patroli rutin dari pihak kepolisian.

Terminal bus juga menjadi fokus penertiban. Di Terminal Kampung Rambutan dan Kalideres, puluhan petugas gabungan menyisir sudut-sudut terminal untuk menangkap para pelaku yang biasa meminta uang secara paksa dari penumpang maupun sopir. Operasi ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tapi akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan titik-titik rawan tetap aman.

Selain penindakan, polisi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak takut melaporkan tindakan premanisme. Layanan pengaduan dibuka 24 jam melalui hotline dan aplikasi digital. Polisi menjamin perlindungan bagi pelapor agar tidak menjadi korban intimidasi lanjutan.

Pemerintah pusat turut mendukung operasi ini sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang aman dan kondusif bagi kegiatan ekonomi. Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya memberantas premanisme agar rakyat kecil bisa berusaha dengan tenang dan tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Untuk informasi terbaru dan laporan mendalam seputar penindakan aksi premanisme di seluruh wilayah Indonesia, kunjungi https://beritanegara.id/ — portal berita yang menghadirkan informasi aktual, kredibel, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Deja un comentario